Pages

Sabtu, 19 Mei 2012

Laporan Praktikum 8

Spanning Tree Protocol


A. Dasar Teori
Pengertian
  Spanning Tree Protocol (disingkat STP) adalah protokol jaringan yang menjamin topologi jaringan bebas-perulangan untuk penghubungEthernet LAN. Fungsi dasar dari STP adalah untuk mencegah pengulangan penghubung dan radiasi siaran yang dihasilkan dari mereka. Pohon rentang juga memungkinkan desain jaringan untuk memasukkan cadang tautan (redundan) untuk menyediakan jalur cadangan otomatis jika tautan aktif gagal, tanpa bahaya dari perulangan yang tidak diinginkan dalam jaringan, atau kebutuhan untuk panduan mengaktifkan / menonaktifkan cadangan tautan ini.
  Spanning Tree Protocol (STP) distandarisasi sebagai IEEE 802.1D. Seperti namanya, protokol ini bisa menciptakan pohon rentang dalamjaringan bertautan dari lapisan 2 layer penghubung (biasanya switch ethernet), dan menonaktifkan tautan tersebut yang bukan bagian dari pohon rentang, meninggalkan jalur aktif tunggal antara dua node jaringan.
  STP ini berdasarkan algoritma yang ditemukan oleh Radia Perlman ketika bekerja untuk Digital Equipment Corporation


B. Tujuan
1. Mahasiswa dapat mengkonfigurasi switch.
2.  Mahasiswa kita dapat melakukan uji koneksi dari hasil konfigurasi STP.


C. Langkah Kerja

Praktikum kali ini kita akan mengkonfigurasikan STP pada Packet Tracer dengan simulasi jaringan seperti dibawah ini:

 


Buka aplikasi Cisco packet tracer, lalu pilih 4 devices (PC) dan 3 devices (Switch) dan hubungkan lah masing-masing devices tersebut dengan kabel yang sesuai seperti pada 
gambar di bawah ini:


 

Jika sudah sekarang kita dapt menyetting IP Address untuk masing-masing devices PC tadi. Dengan format IP Address 

 

 

Lalu Shutdown semua port pada switch1, switch2, dan switch3.
Klik Switch – CLI – ketikan syntax dibawah ini :
Switch>enable
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#interface range fa0/1-24
Switch(config-if-range)#shutdown
Switch(config-if-range)#interface range gi0/1-2
Switch(config-if-range)#shutdown
Switch(config-if-range)#end  

 

 

Konfigurasi hostname, DNS lookup, dll. Pada semua switch
Klik Switch – CLI – ketikan syntax dibawah ini :

Switch>enable
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#hostname S1
S1(config)#enable secret class
S1(config)#no ip domain-lookup
S1(config)#line console 0
S1(config-line)#password cisco
S1(config-line)#login
S1(config-line)#line vty 0 15
S1(config-line)#password cisco
S1(config-line)#login
S1(config-line)#end
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
S1#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]?
Building configuration...
[OK] 

 

Konfigurasi VTP pada semua switch
Klik Switch – CLI – ketikan syntax dibawah ini :
Untuk Switch1:
S1(config)#vtp mode server
Device mode already VTP SERVER.
S1(config)#vtp domain lab5
Changing VTP domain name from NULL to Lab5
S1(config)#vtp password cisco
Setting device VLAN database password to cisco
S1(config)#end 


Untuk Switch2 :
S2(config)#vtp mode client
Setting device to VTP CLIENT mode
S2(config)#vtp domain lab5
Changing VTP domain name from NULL to Lab5
S2(config)#vtp password cisco
Setting device VLAN database password to cisco
S2(config)#end


Untuk Switch3 :
S3(config)#vtp mode client
Setting device to VTP CLIENT mode
S3(config)#vtp domain lab5
Changing VTP domain name from NULL to Lab5
S3(config)#vtp password cisco
setting device VLAN database password to cisco
S3(config)#end


 Konfigurasi Jalur Trunk dan Native VLAN pada semua switch
Klik switch – CLI – ketikan syntax dibawah ini :
Untuk Switch1:
S1(config)#interface range fa0/1-4
S1(config-if-range)#switchport mode trunk
S1(config-if-range)#switchport trunk native vlan 99
S1(config-if-range)#no shutdown
S1(config-if-range)#end
Untuk Switch2:
S2(config)# interface range fa0/1-4
S2(config-if-range)#switchport mode trunk
S2(config-if-range)#switchport trunk native vlan 99
S2(config-if-range)#no shutdown
S2(config-if-range)#end
Untuk Switch3:
S3(config)# interface range fa0/1-4
S3(config-if-range)#switchport mode trunk
S3(config-if-range)#switchport trunk native vlan 99
S3(config-if-range)#no shutdown
S3(config-if-range)#end 


Konfigurasi VLAN melalui VTP Server (Switch1)
Klik Switch – CLI – lalu ketikan syntax dibawah ini :
S1(config)#vlan 99
S1(config-vlan)#name management
S1(config-vlan)#exit
S1(config)#vlan 10
S1(config-vlan)#name faculty-staff
S1(config-vlan)#exit
S1(config)#vlan 20
S1(config-vlan)#name students
S1(config-vlan)#exit
S1(config)#vlan 30
S1(config-vlan)#name guest
S1(config-vlan)#exit

 

 Konfigurasi interface address Vlan 99
Klik Switch – CLI – ketikan syntax dibawah ini :
Untuk Switch1 :
S1(config)#interface vlan99
S1(config-if)#ip address 172.17.99.11 255.255.255.0
S1(config-if)#no shutdown


Untuk Switch2 :
S2(config)#interface vlan99
S2(config-if)#ip address 172.17.99.12 255.255.255.0
S2(config-if)#no shutdown

 

Untuk Switch3 :
S3(config)#interface vlan99
S3(config-if)#ip address 172.17.99.13 255.255.255.0
S3(config-if)#no shutdown


 Konfigurasi Port Switch 2.
Klik Switch – CLI – ketikan syntax dibawah ini :
S2(config)#interface range fa0/5-10
S2(config-if-range)#switchport mode access
S2(config-if-range)#switchport access vlan 30
S2(config-if-range)#interface range fa0/11-17
S2(config-if-range)#switchport mode access
S2(config-if-range)#switchport access vlan 10
S2(config-if-range)#interface range fa0/18-24
S2(config-if-range)#switchport mode access
S2(config-if-range)#switchport access vlan 20
S2(config-if-range)#end
S2#copy running-config startup-config
Destination filename [startup-config]? [enter]
Building configuration...
[OK]


Re-enable port pada Switch2.
Klik Switch – CLI – ketikan syntax dibawah ini :
S2(config)#interface range fa0/6, fa0/11, fa0/18
S2(config-if-range)#no shutdown


Konfigurasi Priority pada semua Vlan di Switch1.
Klik Switch – CLI – ketikan syntax dibawah ini :
S1(config)#spanning-tree vlan 1 priority 4096
S1(config)#spanning-tree vlan 10 priority 4096
S1(config)#spanning-tree vlan 20 priority 4096
S1(config)#spanning-tree vlan 30 priority 4096
S1(config)#exit 


Ganti IP Address pada PC3 menjadi 172.17.99.23 255.255.255.0



 Konfigurasi Switch2
Klik Switch – CLI – ketikan syntax dibawah ini :
S2(config)# interface fa0/6
S2(config-if)#switchport access vlan 99


 Ping IP 172.17.99.11 melalui PC3
Klik PC – Desktop – Command Prompt – ping –t 172.17.99.11



D. Hasil
Lakukan tes PING dari PC3 ke S1, jika ping telah berhasil lalu matikan port fa0/1 dan fa0/3, PING akan tetap berjalan walaupun port tersebut telah dimatikan. Perbedaan mode Rapid-PVST dengan mode Default adalah mode Default pada saat tes PING dan kemudian port tersebut diputus maka akan terjadi RTO (Request Timed Out) yang cukup lama sedangkan mode Rapid-PVST RTO (Request Timed Out) hanya akan terjadi sebentar saja bahkan tidak sama sekali. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar